Categories: Artikel Tags: , , Leave a comment

Mulia Dengan Al-Qur’an

Khutbah Idul Fithri

بسم الله الرحمن الرحيم

Mulia Dengan Al Qur’an

Abu Yahya Sumantoro, S.Pd.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي لهوأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له أنزل الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أرسله بالهدى والدين الحق بشيرا ونذيرا بين يدي الساعة, ومن يطع الله ورسوله فقد رشد ومن يعص الله ورسوله فقد غوى

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها فإن كل محدثة في الدين بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النارأما بعد: اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن سار على نهجه إلى يوم الدين

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamduTerasa membuncah kegembiraan kita di pagi hari ini. Suara takbir, tahlil, dan tahmid membahana di udara, mengisi relung-relung hati kita, bahkan mengiringi desah nafas dan degub jantung kita.Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Kegembiraan karena memang Allah menjadikannya kita gembira pada hari ini. Nabi shallallhu ‘alihi wasallam bersabda:

للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu kebahagian ketika berbuka atau berhari raya dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya”.Kebahagiaan karena telah menunaikan dan menyelesaikan kewajiban berpuasa, sekalipun menyisakan kesediahan karena kesempatan hari yang penuh rahmat, ampunan, barokah telah lewat dan untuk menemui itu lagi menunggu satu tahun yang akan datang. Kita berharap ibadah yang telah kita lahukan, baik puasa, shalat, qiroah, sedekah, dan amal sholeh lainnya diterima Allah subhanahu wa ta’ala. Juga kebahagiaan ketika menemui Tuhannya karena pahala yang berlipat ganda karena telah meninggalkan makan dan minum, syahwat dan hal-hal lainnya yang merusak puasa karena Allah.

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamdu

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Kebahagian dan kemulian adalah sesuatu yang didambakan setiap insan. Sebaliknya kesengsaraan dan kehinaan adalah sesuatu yang dihindari setiap insan.Untuk mengawali pembicaraan tentang kemuliaan dan kehinaan, marilah kita simak dua kisah. Kisah pertama diperankan oleh Qorun dan Fir’aun dan kisah kedua diperankan oleh Nabi Sulaiman.Qorun adalah orang yang dikaruniai harta yang melimpah. Bahkan saking banyaknya, kunci gudangnya saja dipikul oleh orang-orang yang kuat masih keberatan. Bahkan jika kita menemukan harta di dalam bumi, kita katakan itu harta karun. Bahkan lebih dari itu, jika kita menemukan uang di lemari saja kadang kita mengatakan itu harta karun. Hal itu karena saking banyaknya. Qorun yang kaya itu tidak bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan harta kepadanya bahkan mengatakan:

“Qorun berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi harta itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku”.Ia tidak bersyukur dengan beribadah kepada Allah. Dengan sebab itu Allah tenggelamkan ke dalam bumi bersama harta kekayaannya.Kisah kedua dari jenis pertama adalah Fir’aun. Ia seorang raja. Tetapi karunianya sebagai seorang raja tidak menjadikannya taat kepada Allah. Bahkan ia durhaka dan mengaku sebagai tuhannya manusia bawahannya. Termaktub dalam al Qur’an:

“Fir’aun berkata, ‘Saya adalah tuhan kalian yang maha tinggi”.Ia sombong. Dengan congkaknya ia mengatakan kalau dia bisa menghidupkan dan bisa mematikan, meskipun maksud mematikan adalah membiarkan orang hidup dan mematikan adalah membunuh orang. Dengan sebab kekafirannya Allah tenggelamkan ia dan bala tentaranya di laut merah.Kisah kedua adalah Nabi Sulaiman alaihissalam. Ia seorang nabi dan juga raja. Allah karuniakan ia harta yang melimpah. Kekuasaannya juga tidak hanya pada manusia, malainkan juga jin. Kemampuan memahami bahasa binatang juga Allah beri padanya. Bersamaan dengan itu beliau padai bersyukur. Beliau berkata yang Allah cantumkan dalam Al Qur’an:

“Dan Sulaiman berdoa, ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh”.Dan sekalipun ia telah diberi segalanya, tetap tawadhu’, rendah diri, tidak congkak, serta berdoa supaya Allah masukkan ia bersama orang-orang yang sholeh lainnya. Mengakui kalau selain beliau, masih banyak hamba Allah yang sholeh.Kisah pertama ia dihinakan karena tidak beriman dan kisah kedua ia dimuliakan karena beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sementara Allah berfirman:

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka (orang-orang sebelum kita) terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal”.Maka marilah kita mengambil pelajaran dari kisah tersebut di atas.

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamdu

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Sebab terbesar supaya kita mulia adalah beriman dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:

“Dan sekiranya penduduk negri itu beriman dan bertakwa, nisccaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”Beriman dan bertakwa Allah jadikan sebab Dia berikan keberkahan dari langit dan bumi. Kalau Allah berikan keberkahan, berarti Allah berikan kemuliaan dan kebahagiaan.Sebaliknya, ketika tidak mau beriman, maka Allah akan timpakan kehinaan dan kesengsaraan,

“Akan tetapi mereka mendustakan (tidak mau beriman), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”.Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Dan sebab terbesar supaya kita bisa bertakwa kepada Allah adalah kita beriman kepada kitab-Nya Al-Qur’an.Al-Qur’an sebagai pedoman hidup (al-Huda) akan bisa mengantarkan manusia kepada tujuannya.Al-Qur’an sebagai cahaya (an-Nur) akan bisa menerangi manusia dalam hidupnya.Al-Qur’an sebagai obat (asy-Syifa) akan bisa mengobati manusia dari sakitnya fisik dan jiwa.Al-Qur’an sebagai rahmat (Rohmah) akan bisa menentramkan manusia.Al-Qur’an sebagai nasehat (Mau’izhoh) akan bisa mengobati manusia dari kegundah-gulanahnya dankegalauannya.Al-Qur’an yang berbarokah (Mubarok) akan bisa mengantarkan manusia kepada kedekatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.Dan Al-Qur’an sebagai kitab yang mulia (‘Aziz) akan bisa mengantarkan manusia kepada kemuliaan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Quran itu disampaikan kepada mereka (mereka pasti akan celaka) dan sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah kitab yang mulia”.Karena Al-Qur’an adalah kitab yang mulia, maka orang yang mempelajari dan melakukan yang seharusnya dilakukan terhadap Al-Qur’an niscaya akan menjadi ummat yang mulia. Dan alasan Al-Qur’an adalah sebagai kitab yang mulia itu adalah yang dijelaskan pada ayat berikutnya yaitu:

“Tidak akan didatangi kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang dan Al-Qur’an itu diturunkan dari (Allah) yang Mahabijaksana dan Mahaterpuji”.Tidak ada yang bathil, diturunkan dari yang mahabijaksana dan Mahaterpuji. Maka tidak ada di dalam al-Qur’an yang namanya menzholimi orang tertentu, menyudutkan orang tertentu dan menguntungkan orang lainnya. Tidak ada istilah “Al-Qur’an tidak cocok untuk orang Indonesia, tidak cocok untuk orang Sukoharjo, tidak cocok untuk orang Jombor, dan seterusnya”. Tidak! Karena kita semua adalah ciptaan Allah, baik orang Arab maupun Indonesia, baik orang ibu kota maupun orang desa, baik orang Londo maupun orang Sukoharjo, baik orang dahulu maupun orang sekarang. Semuanya ciptaan Allah dan Al-Qur’an sebagai pedomannya. Maka semua cocok, semua sesuai, semua membimbing kepada kebahagiaan di dunia sampai yaumul qiyamah.Hal ini dikuatkan oleh hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواما ويضع به آخرين

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan (sebab) kitab (Al-Qur’an) ini dan akan merendahkan kaum lainnya (juga) dengan kitab (Al-Qur’an) ini”.

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamdu

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Jika kita berpegang teguh kepada Al-Qur’an, melakukan yang seharusnya dilakukan berkaitan dengan Al-Qur’an, maka kita akan menjadi umat yang mulia.Tetapi bukan berarti kita hanya mengambil Al-Qur’an saja sebagai pedoman dengan meninggalkan hadits-hadits nabi. Karena di dalam Al-Qur’an sendiri telah diperintahkan supaya kita juga taat kepada Rasul-Nya.

“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul”.

“Katakanlah, Jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (rasulullah)”.

“Apa saja yang dibawa rasulullah maka ambillah (lakukanlah), dan apa saja yang beliau larang maka jauhilah”.

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamdu

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Tentunya tidak serta merta dengan adanya Al-Qur’an, umat islam menjadi mulia begitu saja sekalipun Al-Qur’an hanya penjadi pajangan.Al-Qur’an akan mengangkat umat suatu kaum jika memperhatikan empat perkara, yaitu:1. Qiro’ah (membacanya)2. Hifzh (menghafalnya)3. Tadabbur (memahami dan menghayatinya)4. Al-‘Amal (mengamalkannya)Umat Islam akan mulia jika gemar dengan membaca Al-Qur’an. Karena membaca Al-Qur’an akan menghasilkan kebaikan Allah baik di dunia, maupun di akherat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia mendapatkan satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Satu huruf itu bukan alif lam mim (baru dikatakan satu huruf), akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.Betapa banyaknya kebaikan yang akan kita peroleh jika berapa kalimat, atau ayat, atau surat, atau bahkan juz. Dan jika yang diperoleh adalah kebaikan dari Allah, pasti kemuliaan dan kebahagiaan yang akan diperolehnya.Di akherat juga akan mendapatkan kebaikan berupa syafaat. Kita pahami, ketika di akherat kita sangat butuh dengan pertolongan karena amal kita itu tidah cukup untuk membeli kenikmatan surge yang melimpah. Maka pertolongan atau syafaat itu sangat kita harapkan yang salah satunya dengan membaca Al-Qur’an. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al-Qur’an karena (bacaan Al-Qur’an) akan akan dating di hari kiamat untuk member syafaat bagi pembacanya (di dunia)”.Masyaa Allah..     kebahagiaan dan kebahagiaan…Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,Kemudian menghafalkannya.Sekilas terbetik di benak kita bahwa menghafal Al-Qur’an itu tugas santri pondok pesantren, tugas pelajar di sekolah, tugas ustadz dan kyai. Maka ketahuilah bahwa menghafal itu bukan hanya tugas mereka, tetapi tugas kita semua. Bukankah kita semua menginginkan pahala??? Bukankan Al-Qur’an bukan hanya Al-Baqarah, Ali Imron, Annisa, dan surat-surat panjang lainnya??? Bukankah Annas, Al Falaq, Al Ikhlash juga termasuk Al-Qur’an yang bisa kita hafal???Orang yang menghafalkan Al-Qur’an Allah akan muliakan ia di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya”.Ketika seseorang diberi karunia bisa menghafalkan Al-Qur’an, berarti ia telah dipilih Allah, dipilih menjadi penjaga Al-Qur’an. Betapa mulia ini. Orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an itu Allah anggap sebagai keluarga khususnya.

أهل القرآن أهل الله وخاصته

“Penghafal Al-Qur’an adalah keluarga khusus Allah subhanahu wa ta’ala”.

Hafalan ini bisa meninggikan derajat kita di surga. Semakin banyak hafalannya, semakin tinggi pula derajatnya. Bahkan manfaatnya tidak hanya untuk dirinya sendiri saja, melainkan orang tuanya akan juga menerima balasan kebaikan dari Allah jika putranya hafal Al-Qur’an, dimana di akherat orang tuanya di surge akan dipakekan mahkota karena putranya hafal Al-qur’an.Maka sangatkah beruntung orang tua yang mengajarkan putranya Al-Qur’an, atau memasukkannya ke lembaga pendidikan yang mengajarkan hafalan Al-Qur’an.Hak ini telah ditempuh oleh para pendahulu kita, yang mengadakan pembelajaran Al-Qur’an di masjid-masjid dan musholla, di madrasah dan lainnya. Kalau perlu kita dukung dan kita semarakkan dengan membuat program SUKOHARJO MEMBACA AL-QUR”AN, SUKOHARJO MENGHAFALKAN AL-QUR”AN, karena itu membawa kebaikan.

Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… Allahu Akbar,… walillahil hamdu

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala, Selain itu juga perlu dipahami artinya dan dihayati. Ditadabburi. Sekalipun membaca dan menghafal sudah membawa kebaikan, tetapi jika kita tidak mengetahui isinya, fungsi kitab itu sebagai petunjuk akan kurang. Bahkan bisa jadi kita akan melanggar apa yang kita baca. Sebagaimana halnya buku petunjuk yang menerangkan rute ke Solo misalnya. Jika tidak kita pahami isinya, bisa jadi kita akan menempuh perjalanan yang salah. Demikian juga Al-Qur’an sebagai petunjuk harus kita pahami isinya supaya point keempat bisa kita laksanakan, yaitu selain kit abaca, selain kita hafalkan, selain kita hayati, juga kita amalkan.Demikian yang bisa disampaikan, ada kekurangannya saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Marilah kita berdoa, semoga alam ibadah kita di bulan romadhon diterima Allah subhanahu wa ta’ala, demikian juga di bulan-bulan lainnya.

Semoga Allah juga mengamppuni dosa-dosa kedua orang tua kita. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita di INDONESIA ini dan semoga Al-Qur’an bisa menjadi obat, petunjuk, penerang, dan menjadikan kita mulia dengan memperhatikan empat hal di atas…

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده, يا ربنا لك الحمد ولك الشكر كله كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك, اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات, ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب, ربنا لا تجعلنا فتنة للذين كفروا واغفر لنا ربنا إنك أنت العزيز الحكيم,ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا, ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا, ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا, اللهم أصلح ولاة أمورنا, اللهم وفقهم لما فيه صلاحهم وصلاح الإسلام والمسلمين, اللهم أعنهم على القيام بمهامهم كما أمرتهم يا رب العالمين, اللعم أبعد عنهم بطانة السوء والفسدين وقرب إليهم أهل الخير والناصحين يا رب العالمين, اللهم أصلح ولاة أمور المسلمين في كل مكاناللهم اجمع القرآن في قلوبنا حفظا, وعلى ألسنتنا تلاوة, وعلى سلوكنا خلقا, وارزقنا منه العلم والعمل…اللهم لين قلوبنا بالقرآن, اللهم اشرح صدورنا بالقرآن, اللهم نور قبورنا بالقرآن, اللهم اجعلنا من أهل القرآن, اللهم اشفعنا بالقرآن, اللهم رحمنا بالقرآن…اللهم اجعل القرآن العظيم ربيع قلوبنا, ونور صدورنا, وجلاء أحزاننا, وذهاب غمومنا وهمومنا, وسائقنا ودليلنا إليك وإلى جناتك جنات النعيم, يا رب العالميناللهم إنا نسألك علما نافعا, ورزقا طيبا, وعملا متقبلا, ولسانا ذكرا, وقلبا خاشعا, يا أرحم الراحمينربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار, ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين, واجعنا للمتقين إماما…ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف الرحيم, سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمينوالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Khutbah Idul Fithri 1438 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bismillah, Ingin Daftar Santri Baru jenjang Mutawasithoh (setara SMP) atau IMQI (kader) Tahun Ajaran 2022/2023? Di Sini!

  1. Siapkan KK, NIK, NPSN, dan NISN sebelum mengisi formulir supaya bisa dipastikan yang dimasukkan/dituliskan benar.
  2. Membayar biaya pendaftaran Rp.150.000,-
  3. Mengirimkan konfirmasi pembayaran ke Nomor Ini.