Categories: Artikel Leave a comment

Birrul Walidain

 

BAKTI ANAK KEPADA IBU BAPAK

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

الْحَمْدُ للهِ الّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, أَمَّا بَعْدُ:

Segala puji kita haturkan ke hadirat Allah yang telah menjadikan kita ada di dunia melalui perantara orang tua kita. Segala puji bagi Allah yang telah melembutkan hati orang tua untuk mendidik dan membimbing dengan belas kasihannya, menjauhkan kita dari hal-hal yang membahayakan diri kita.

Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, nabi kita Muhammad yang telah memberi contoh dan mendidik kita untuk bertakwa dan lebih khusus lagi adalah dalam ber-birrul walidain.

Tidak lupa kita sampaikan banyak terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan saya waktu untuk menyampaikan ayat maupun hadits di hadapan para hadirin sebagai nasehat bagi saya sendiri dan jemaah semuanya. Semoga Allah selalu memberikan kita barokah serta inayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

Baiklah, izinkanlah saya berbicara dengan tema :

BIRRUL WALIDAIN

Hadirin yang dimulyakan Allah subhanahu wa ta’ala…

أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ

Tahukah saudara-saudara tentang seorang ibu yang sedang mengandung, tidur susah, berjalan susah, hidupnya diselimuti rasa kecemasan akan keselamatan anak yang sedang dikandungnya?……Begitulah orang tua kita kepada kita ketika kita di dalam kandungan ibu kita.

Tahukah saudara-saudara tentang seorang ibu yang sedang melahirkan, ia merasakn sakit yang luar biasa, ia sangat mengharapkan keselamatan anak yang dilahirkan, walaupun dengan mempertaruhkan keselamatan dirinya?……  Begitulah orang tua kita kepada kita ketika melahirkan kita.

Pernahkah saudara-saudara melihat seorang ibu yang menggendong anaknya semalam suntuk karena anaknya sakit dan menangis, menghindari makanan amis karena anaknya sedang mintah-muntah, menghindari makanan pedas karena anaknya sedang mencret?……  Begitulah orang tua kita kepada kita ketika kita sakit.

Pernahkah saudara-saudara melihat seorang ibu dan bapak mencari nafkah, yang terkadang mengalami kesulitan dalam mencarinya dan itu semua untuk anak-anaknya yang membutuhkan? Begitulah orang tua kita kepada kita ketika kita membutuhkannya.

Allah telah menjelaskan hal itu dalam al Qur’an sekaligus memerintahkan kita berbakti kepada kedua orang tua:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman:14)

Bahkan Allah meletakkan perintah ini setelah perintah bertauhid, menyembah kepada Allah saja dan meninggalkan penyembahan selain-Nya, seperti firman Allah berikut ini:

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (Q.S. al-Isra’:23)

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam mendudukkan birrul walidain lebih utama dari pada jihad fi sabilillah, seperti dalam hadits shahihain di bawah ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مَسْعُوْدٍ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا ، قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ، قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Adullah bin Mas’ud bahwa ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apakah yang paling Allah cintai? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya. Keudian saya bertanya lagi, “Kemudian apa? Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua. Kemudian saya bertanya lagi, “ Kemudian apa lagi? Beliau menjawab, “Berjuang di jalan Allah”. (Riwayat Bukhari)

Dan dalam riwayat Muslim:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ ، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَحَيٌّ وَالِدَاكَ ؟ قَالَ : نَعَمْ . قَالَ :فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Datang seserang kepad Nabi shollallhu alaihi wa sallam meminta izin untuk berjihad. Maka Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya, masih”. Maka berjihadlah untuk orang kedua orang tuamu!” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadirin yang dimulyakan Allah subhanahu wa ta’ala…Bagaimana cara kita ber-birrul walidain?

Cara kita ber-birrul walidain adalah dengan berbuat baik, dengan ucapan perbuatan dan dengan harta.

Pertama: dengan ucapan.

Yaitu dengan bertutur kata yang baik terhadap kedua orang tua kita, dengan menggunakan ucapan yang mengandung memuliakan keduanya, Lebih-lebih apabila orang tua sudah lanjut usia lagi lemah.

“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S. al-Isra’:23)

Kedua: dengan perbuatan.

Yaitu dengan membantu kedua orang tua sekuat kemampuan kita, dengan melaksanakan yang dibutuhkan atau setidaknya membantunya atau meringankan beban mereka. Atau mentaati mereka berdua, selagi perintahnya bukan untuk bermaksiat kepada Allah, seperti diperintahkan berbuat syirik atau keluar dari Islam atau membantu kesyirikan dan kekufuran, karena hal itu membahayakan keselamatan diri kalian.

Ketiga: dengan harta.

Yaitu dengan memberikan harta kepada kedua orang tua ketika membutuhkan, dengan hati yang baik, dada yang lapang, tidak disusul dengan mengungkitnya atau menyakitinya. Apabila anda adalah seorang istri dalam rumah tangga hendaknya meminta izin kepada suaminya jika hendak memberikan hartanya kepada orang tua atau yang lain.

Ini yang kita lakukan ketika orang tua kita masih hidup.

Bagaimana cara kita berbakti kepada kedua orang tua yang sudah meninggal?

Yaitu dengan mendoakan keduanya, memintakan ampun keduanya, menunaikan wasiat kedua orang tua, menyambung tali silaturrahim dengan keluarga yang tidak tersambung melain melalui perantaraan keduanya, dan memuliakan teman-teman kedua orang tua.

Alangkah bahagianya sebuah keluarga apabila di dalamnya terdapat anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Sebaliknya alangkah buruknya sebuah rumah yang di dalamnya terdapat anak yang durhaka kepada kedua orang tua, Na’udzu billahi Min Dzalik

Marilah kita selalu berusaha menjadi anak sholeh, yaitu yang berbakti kepada kedua orang tua, mendoakan keduanya kebaikan untuk kedua orang tua, seperti:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغبْرًا

dan doa-doa kebaikan lainnya.

Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan hal ini bisa bermanfaat bagi saya sendiri dan bagi jamaah semuanya. Apabila ada benarnya itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala, ambillah dengan sungguh-sungguh. Dan apabila ada salahnya, itu datangnya dari diri saya sendiri dan dari setan, saya istighfar kepadaNya astaghfirullahal ‘Azhim

وَبِاللهِ التّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالرِّضَا وَالْعِنَايَةُ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Daftar Santri Kader (IMQI) Tahun Ajaran 2021/2022? Di sini!

Pengumuman Hasil Pendaftaran Santri Baru jenjang SMP dan Aliyah Tahun Ajaran 2021/2022 bisa di lihat di Sini! Selamat bagi para pendaftar yang telah diterima.